Ternak adalah hewan yang dengan sengaja dipelihara sebagai sumber pangan, sumber bahan baku industri, atau sebagai pembantu pekerjaan manusia. Usaha pemeliharaan ternak disebut sebagai peternakan (atau perikanan, untuk kelompok hewan tertentu) dan merupakan bagian dari kegiatan pertanian secara umum. Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut. Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja, memelihara dan peternakan perbedaannya terletak pada tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal.

Kegiatan di bidang peternakan dapat dibagi atas dua golongan, yaitu peternakan hewan besar seperti sapi, kerbau dan kuda, sedang kelompok kedua yaitu peternakan hewan kecil seperti ayam, kelinci dll. Adapun jenis-jenis ternak diantaranya sapi, kerbau, sapi perah, domba, kambing, babi, kelinci, ayam, itik, mentok, puyuh, ulat sutera, belut, katak hijau, dan ternak lebah madu. Masing-masing hewan ternak tersebut dapat diambil manfaat dan hasilnya. Hewan-hewan ternak ini dapat dijadikan pilihan untuk diternakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

  1. Sapi Perah

Selain di berprofesi sebagai petani, warga Desa Gadingkulon ini juga berprofesi sebagai peternak sapi perah. Usaha susu sapi perah nampaknya mulai diminati warga di lereng Pegunungan Kawi. Terbukti, warga Desa Galdingkulon, Kecamatan Dau, kini mulai serius menggeluti ternak sapi perah.

Menurut Pak Wahyu, peternakan sapi perah ini dirintis sejak orde baru, masa pemerintahan Pak Soeharto. Pada waktu itu, peternak di desa ini mendapat bantuan BANPRES (Bantuan Presiden). Kemudian beralih menjadi BANKOP (Bantuan Koperasi). Para peternak sapi perah, menyetorkan hasil perahannya ke KUD Desa Gadingkulon, dimana pernah berjaya pada tahun 2007. Kemudian KUD ini mengalami masa awal keterpurukan pada tahun 2010 dan 5 tahun berikutnya KUD Desa Gadingkulon mengalami kebangkrutan dan berimbas pada perekonomian desa, terutama para peternak sapi perah.

Kemudian KUD dari lain desa, yaitu KUD Batu dan KUD Selorejo mengambil hasil perahan susu sapi yang ada di Desa Gadingkulon untuk dikirim langsung ke Nestle dengan bantuan pengepul yang sudah ditetapkan di Desa Gadingkulon tersebut.

  1. Ayam Potong

Jika kita memasuki kawasan Gadingkulon, khususnya Dusun Princi, pasti kita akan melihat beberapa kandang ayam yang besar. Tepatnya terletak di sebelah jalan utama, dengan akses (agak) masuk ke dalam kawasan pertanian.

Masa panen dari masa pembibitan ayam, kurang lebih sekitar 4 bulan. Banyak link dari para peternak ayam pedaging untuk menjual hasil ternak ayam potongnya. Mulai dari restoran kecil, menengah hingga restoran besar untuk memasok kebutuhan ayam potong tersebut.