Desa Gadingkulon merupakan desa yang berada pada wilayah Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Secara geografis Desa Gadingkulon terletak pada lereng kaki Gunung Kawi bagian utara dan lereng kaki Gunung Panderman bagian selatan, yang memiliki topografi berupa daratan dan sebagian besar adalah perbukitan dengan ketinggian 670 meter diatas permukaan laut dan mempunyai suhu rata-rata berkisar 20 º C – 27 º C  dengan curah hujan rata-rata mencapai 2.400 mm/tahun.

Jarak tempuh Desa Gadingkulon ke Ibukota Kecamatan Dau adalah + 5,5 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit. Sedangkan jarak tempuh ke Ibukota Kabupaten Malang adalah 15 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar ½ jam atau 30 menit.

Masyarakat Desa Gadingkulon sebagian besar berprofesi sebagai petani. Komoditas utama dari desa ini yaitu jeruk dan sayur-mayur. Terdapat fasilitas pendukung dari kegiatan pertanian ini salah satunya yaitu dengan adanya promosi wisata petik jeruk yang dijadikan sebagai pusat pendapatan tambahan oleh masyarakat sekitar.

Pola tanam pertanian di Desa Gadingkulon sangat beragam, ada yang pola tanam secara monokultur ada juga yang pola tanam secara polikultur. Pola tanam merupakan suatu urutan tanam pada sebidang lahan dalam satu tahun. Pola tanam terbagi dua yaitu pola tanam monokultur dan pola tanam polikultur. Pola tanam monokultur adalah pola tanam dengan menanam tanaman sejenis. Misalnya sawah ditanami padi saja, jagung saja, atau kedelai saja. Tujuan menanam secara monokultur adalah meningkatkan hasil pertanian. Sedangkan pola tanam polikultur ialah pola tanam dengan banyak jenis tanaman pada satu bidang lahan yang terusun dan terencana dengan menerapkan aspek lingkungan yang lebih baik, termasuk didalamnya masa pengolahan tanah. Di Desa Gadingkulon sendiri untuk komoditas sayuran seperti kubis, pada umumnya menggunakan pola tanam monokultur sedangkan untuk komoditas jagung menggunakan pola tanam polikultur dengan tanaman kacang tanah. Selain itu ada juga tanaman buncis dengan tanaman jagung, dimana tanaman jagung  sebagai tanaman border (tanaman pelindung).

Pertanian di Desa Gadingkulon juga didukung oleh sumber daya manusia. terdapat beberapa kelompok tani yang aktif dalam kegiatan pengembangan pertanian, diantaranya:

No. Nama Kelembagaan Jenis Kelembagaan Bidang Usaha
1 Srigading 1 Kelompok Tani Budi Daya
2 Srigading 2 Kelompok Tani Budi Daya
3 Srigading 3 Kelompok Tani Budi Daya

Untuk pengairan sendiri, masyarakat Desa Gadingkulon khususnya petani memanfaatkan sumber air yang berasal dari pegunungan Desa Gadingkulon untuk mengairi areal pertanian mereka dengan menggunakan pipa paralon. Menurut Pak Wahyu, pengairan merupakan kendala utama untuk para petani khususnya pada musim kemarau. Pada musim kemarau para petani hanya memanfaatkan pengairan tadah hujan sehingga menyebabkan penurunan produktivitas pertanian yang mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat yang mayoritasnya petani. Selain di pengairan masalah utama lainnya adalah tidak adanya Koperasi Simpan Pinjam di Desa Gadingkulon untuk membantu permodalan para petani.

Hasil pertanian di Desa Gadingkulon banyak di konsumsi sendiri artinya hasil pertanian mereka tidak secara komersil (tidak untuk dijual hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri). Untuk komoditas sayuran diantaranya kubis, terung, tomat, dan bawang, hasil panennya selain untuk konsumsi pribadi juga untuk dijual kepada tengkulak yang sistemnya borongan